Apa Perbedaan Switch Manageable Dan Unmanageable

by Betara

Pengertian Switch

Pengertian Switch adalah sebuah komponen yang ada pada jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat komputer sehingga perangkat-perangkat komputer ini dapat menerima, memproses, dan meneruskan data ke perangkat yang dimaksud. Switch mampu menangani data dan mengetahui alamat spesifik untuk mengirim pesan. Switch juga dapat memutuskan komputer mana yang akan menjadi tujuan pengiriman pesan dan mengirim pesan langsung ke komputer yang dituju secara tepat.

Switch ialah perangkat yang menghubungkan segmen jaringan dimana switch ethernet dapat kategorikan menjadi dua jenis yaitu Switch Unmanageable dan Switch Manageable. Secara umum fungsi kedua jenis switch sama yaitu sebagai media penghubung dalam suatu jaringan yang sama, memperbesar skala jaringan untuk dapat digunakan pada klient perangkat baru dalam jaringan yang sama.

Selain switch ada juga bagian dari perangkat komputer yang fungsinya mirip dengan switch, yaitu Hub. Namun jika dibandingkan dengan hub yang hanya menerima sinyal dari setiap port dan langsung dikirimkan ke semua port yang ada, Switch biasanya bekerja lebih terarah, efisien dan langsung menyasar ke alamat yang dituju untuk pertukaran data. Switch juga mampu mendeteksi tujuan dan lalu lintas data untuk mencegah adanya tabrakan ketika data dikirim. Oleh karena fungsi yang dihasilkan switch inilah, maka dibutuhkan produk switch yang tepat agar berfungsi maksimal untuk kelancaran

Apa Perbedaan Switch Manageable Dan Unmanageable

Apa Perbedaan Switch Manageable Dan Unmanageable

Switch manageable adalah switch yang dapat kita konfigurasi sesuai dengan kebutuhan network kita agar lebih efisien dan maksimal sehingga bisa di atur untuk kebutuhan jaringan tertentu, ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan antara switch manageable dengan unmanageable. Perbedaan tersebut dominan bisa dilihat dari kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh switch manageable itu sendiri.Sedangkan Switch unmanageable adalah switch yang tidak di manage (tidak di konfigurasi), maksudnya adalah switch tersebut pada saat kita membelinya tinggal dinyalaiin dan colok semua kabel UTP ke switch tersebut,  switch tersebut sudah berfungsi dengan baik.


Kelebihan Switch Manageable:

  • Mendukung penyempitan broadcast jaringan dengan VLAN (Virtual Local Area Network)
  • Pengaturan access user dengan access list
  • Membuat keamanan network lebih terjamin
  • Bisa melakukan pengaturan port yang ada
  • Mudah memonitoring trafick maintenance network karena dapat diakses tanpa harus berada didekat switch


Beberapa hal penting dalam menentukan spesifikasi dan konfigurasi Switch Manageable

  • Kapasitas jaringan saat ini dan masa yang akan datang ditetapkan berdasarkan kebutuhan bisnis saat ini dan masa yang akan datang
  • Jumlah dan tipe dari switch manageable ditetapkan berdasarkan kebutuhan jaringan saat ini dan masa yang akan datang
  • Topologi jaringan diidentifikasi
  • Persyaratan keamanan dan manajemen jaringan ditetapkan
  • Switch manageable dengan fitur yang cocok dipilih sesuai dengan kebutuhan spesifikasi
  • Workstation, komputer, server, router, dan perangkat yang lain ditetapakan sesuai dengan kebutuhan jaringan
    Pengaturan jaringan dibuat berdasarkan dari hasil pengujian

Secara garis besar terdapat 3 perbedaan diantara kedua switch yaitu:

Pengelolaan Lalu Lintas Data

Pada unmanaged switch, Anda tidak akan mendapati pengelolaan prioritas lalu lintas data. Semua jenis data diperlakukan sama, baik yang urgent maupun yang tidak. Sedangkan jika Anda menggunakan managed switch, Anda bisa mengatur jenis data mana yang akan Anda kirim terlebih dahulu.

Network Redundancy

Pengertian dari network redudancy di sini adalah penyediaan jalur cadangan selain jalur utama. Maksudnya adalah ketika jalur utama terputus, maka proses transfer data akan melewati jaringan back up. Nah network redudancy ini hanay terdapat pada managed switch, sedangkan pada unmanaged switch tidak terdapat.

Fitur Monitoring

Pada managed switch, terdapat fitur monitoring yang berguna untuk melakukan konfigurasi IP address dan mengecek transfer data melalui IP address, protokol SNMP, atau lainnya. Sedangkan pada unmanaged switch tidak ada fitur tersebut, sehingga pengecekan hanya dilakukan untuk memastikan data yang dikirim telah sampai di tujuan dan sebaliknya.

 

Beberapa Fitur Yang Disediakan Dari Switch Managed

Berikut ini merupakan beberapa fitur yang disediakan dari switch Manageable :

  • Quality of Service (QoS) jadi pada switch managed ini kita dapat melakukan pengaturan bandwidth yang tersedia dengan memprioritaskan paket data yang paling penting dapat bejalan lebih dulu.
  • Simple Network Management Protocol (SNMP) yaitu dengan fitur ini kita dapat mengawasi status ( memonitoring ) dan kinerja jaringan seperti contohnya, admin jaringan dapat menggunakan SNMP untuk menandai masalah pada jaringan dan dapat memperbaikinya tanpa bersentuhan langsung dengan switch.
  • Switch managed dapat menyediakan dua jalur ( analoginya ) untuk melakukan proses transfer data yaitu jalur utama dan jalur cadangan. Fitur ini dinamai dengan redundancy yaitu fitur yang menyediakan kemampuan untuk menjaga jaringan dalam hal koneksi atau kabel gagal, dengan menyediakan jalur data alternatif untuk lalu lintas, dimana jika data yang akan dikirimkan gagal maka ada jalur atau data cadangan untuk dikirim ulang lagi.
  • Virtual Local Area Networks (VLANs) yaitu fitur yang ada pada switch managed untuk membantu mengurangi lalu lintas yang tidak perlu dan memungkintan admin jaringan untuk menerapkan langkah keamanan tambahan pada jaringan local tersebut. Jadi untuk bisa terhubung ke jaringan local tergantung oleh konfigurasi vlan yang dilakukan oleh admin jaringan tersebut.
  • Port mirroring pada switch managed yang digunakan untuk membantu mendiagnosis masalah yang terjadi pada jaringan dan melakukan perbaikan masalah yang terjadi pada jaringan tersebut tanpa menghilangkan jaringan yang sudah ada. Untuk lebih jelasnya saya akan tambahkah kutipan sedikit dari wikipedia.org .
    Port mirroring digunakan pada switch jaringan untuk mengirim salinan paket jaringan yang terlihat pada satu port switch (atau seluruh VLAN) ke koneksi pemantauan jaringan pada port switch lain. Ini biasanya digunakan untuk peralatan jaringan yang memerlukan pemantauan lalu lintas jaringan seperti sistem deteksi intrusi, teknologi probe pasif atau pemantauan pengguna nyata (RUM) yang digunakan untuk mendukung manajemen kinerja aplikasi (APM). 

Contoh Penerapan Penggunaan Switch

Terdapat 40 PC di kantor yang semuanya perlu berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya, seperti halnya dengan cara berbagi folder atau file. Agar dari 40 PC tersebut dapat terhubung dan saling berkomunikasi, kita gunakan switch dengan cara menghubungkan kabel einternet antara port pc ke port switch. Dengan switch kita dapat menghubungkan ke 40 pc tersebut dan dapat melakukan komunikasi dan berbagi data. Switch sendiri memiliki varian port, ada yang 5 sampai 48 port.

Anda dapat memilih jenis switch unmanaged atau jenis switch managed, itu semua tergantung situasi dan kondisi yang anda jalani. Secara garis besar dari perbedaan kedua switch ini adalah mengenai kamampuan untuk bisa melakukan konfigurasi pada masing-masing switch.

Mungkin Yang Kamu Cari

Tinggalkan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.