Nasehat Untuk Kesedihan Seseorang

by Betara

Kata-kata bijak tentang kesedihan dan kebahagiaan seringkali dapat menjadi penyemangat bagi kita saat kita sedang mengalami kesedihan, Nasehat Untuk Kesedihan Seseorang dalam islam  ataupun saat kita sedang bertanya-tanya tentang makna kesedihan dan kebahagiaan.

Nasehat Untuk Kesedihan Seseorang

Nasehat Untuk Kesedihan Seseorang

Dunia Ini Hanyalah Sebuah Permainan

Saat kita mengalami sebuah masalah di organisasi, tempat kerja, ataupun tempat kita menuntut ilmu, terkadang ada yang merasa bahwa seolah langit telah runtuh! Dia merasa bahwa dunianya menjadi gelap, dia merasa telah kehilangan segalanya, dia merasa dia telah jatuh sejatuhnya!

Apakah memang demikian?

Sadarkah kita bahwa dunia ini hanyalah sebuah permainan? Jika kita bermain petak umpet dengan teman kita, lalu kita kalah dalam permainan itu, apakah kita akan sedih sesedih-sedihnya? Tentu tidak, kan? Karena itu hanyalah sebuah permainan. Setelah bermain, kita kembali menjalani kehidupan kita yang sesungguhnya.

Sama dengan dunia ini. Dunia ini adalah sebuah permainan dan senda gurau yang singkat saja. Setelah dunia ini berakhir, kehidupan kita yang sesungguhnya baru dimulai; yaitu kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

“Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?” (Al-An’am: 32)

Nah, jadi, jika kamu merasa gagal, jika kamu merasa jatuh, jika kamu merasa seluruh manusia membencimu, jika kamu merasa semuanya telah berakhir, ucapkan kata-kata bijak tentang kesedihan dan kebahagiaan yang mengguhan ini: Santai bro, dunia ini hanyalah sebuah permainan.

Sesungguhnya bersama kesusahan terdapat kemudahan

Dalam surat Asy-Syarh, atau al-Insyirah, ayat 5, Allah SWT berfirman:

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,”

Tidak cukup hanya sekali, kata-kata tersebut diulangi lagi dalam ayat ke 6, sebagai sebuah penegasan.

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

“sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.”

Dalam ayat tersebut, kosa kata yang digunakan adalah “ma’a” yang dalam bahasa Arab berarti “bersama” atau “menyertai”. Dengan kata lain, saat kesusahan datang, saat itu pulalah kemudahan datang.

Lalu kemudahan seperti apa yang datang saat kita ditimpa musibah? Yang tampak jelas adalah kemudahan untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Terkadang kesuksesan membuat kita lupa untuk berdzikir dan beribadah. Kita jadi sibuk untuk mengurusi dunia hingga lupa akan ibadah.

Datangnya kesusahan juga menjadi sarana untuk mudah bersilaturahmi. Sering kali saat seseorang mendapatkan kekayaan, ia lupa untuk bersilaturahim. Namun saat mengalami musibah, jalan untuk silaturahim lebih mudah.

 

Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.

Nabi Ya’qub, dalam menahan rasa sedihnya saat mengingat Nabi Yusuf, mengucapkan “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” Hal ini terekam dalam surat Yusuf ayat 86.

قَالَ اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Dia (Yakub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

Saat itu, Nabi Ya’qub teramat sangat sedih karena, setelah sebelumnya ia kehilangan putra tercintanya yaitu Nabi Yusuf, kini ia juga kehilangan putranya yang lain yaitu Bunyamin.

Saking sedihnya, mata Nabi Ya’qub sampai menjadi putih dan tak dapat melihat, sedang badannya mengalami sakit berat. Dalam situasi tersebut, Nabi Ya’qub AS mengadukan segala kesedihannya hanya kepada Allah SWT.

 

Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar

Tentunya kata-kata ini sudah sangat familiar dari telinga kita. Dan memang kata-kata bijak tersebut sumbernya adalah al-Quran. Dalam surat Al-Anfal ayat 46 Allah berfirman:

وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

“…dan sabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ada hal yang dapat melengkapi kesabaran kita, yaitu sholat. Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

 

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,

 

Mungkin Yang Kamu Cari

Tinggalkan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.